
Purwokerto – Suasana Laboratorium Farmasi SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto dipenuhi semangat dan antusiasme saat siswa-siswi Kelas X Farmasi Angkatan 2025/2026 melaksanakan praktikum pembuatan masker organik berbahan alami. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran praktik yang bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar formulasi sediaan farmasi sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan peserta didik dalam memanfaatkan bahan-bahan alami yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.
Dalam praktikum tersebut, para siswa meracik masker organik menggunakan bubuk kopi, tepung beras, oat, susu, dan tepung maizena. Setiap bahan memiliki fungsi yang saling melengkapi, yaitu bubuk kopi sebagai eksfoliator alami untuk membantu mengangkat sel kulit mati, tepung beras yang membantu menghaluskan dan mencerahkan kulit, oat yang berfungsi melembapkan dan menenangkan kulit, susu sebagai sumber nutrisi bagi kulit, serta tepung maizena yang menghasilkan tekstur masker menjadi lebih lembut dan mudah diaplikasikan.
Seluruh proses pembuatan dilakukan secara bertahap, mulai dari penimbangan bahan, pencampuran sesuai formulasi, hingga pengemasan produk. Selama praktikum berlangsung, siswa mendapatkan bimbingan langsung dari guru produktif Farmasi sehingga setiap tahapan dikerjakan sesuai dengan prosedur laboratorium, menerapkan Good Laboratory Practice (GLP) dan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Menariknya, setelah seluruh rangkaian praktikum selesai, para siswa tampak bangga memperlihatkan hasil karya mereka berupa masker organik yang telah berhasil dibuat. Ekspresi penuh percaya diri dan rasa puas terlihat saat mereka mempresentasikan produk hasil racikannya. Momen tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran praktik tidak hanya menghasilkan sebuah produk, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta kebanggaan atas kemampuan yang dimiliki.
Melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berbasis kompetensi. Dengan memadukan teori dan praktik secara seimbang, sekolah berharap peserta didik mampu mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta jiwa inovatif sebagai bekal untuk menjadi tenaga kefarmasian yang profesional dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
0 Komentar