
Purwokerto – Dalam rangka meningkatkan kompetensi peserta didik di bidang kefarmasian, seluruh siswa Kelas XI Farmasi SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto melaksanakan praktikum pembuatan hand sanitizer dengan nama produk SAFE GEL di Laboratorium Farmasi sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran praktik yang bertujuan membekali siswa dengan keterampilan meracik sediaan farmasi sekaligus menumbuhkan jiwa inovasi dan kewirausahaan di bidang kesehatan.
Pada praktikum tersebut, para siswa membuat hand sanitizer menggunakan alkohol sebagai bahan aktif antiseptik untuk membunuh berbagai mikroorganisme pada tangan, gel lidah buaya (Aloe vera) yang berfungsi menjaga kelembapan kulit sehingga tangan tidak mudah kering, serta gliserin sebagai humektan yang membantu mempertahankan kelembapan dan memberikan tekstur gel yang nyaman saat digunakan. Seluruh proses pembuatan dilakukan secara sistematis, mulai dari penimbangan bahan, pencampuran sesuai formula, hingga pengemasan dan pelabelan produk menjadi SAFE GEL yang siap digunakan.
Hand sanitizer SAFE GEL memiliki fungsi untuk membantu membersihkan tangan tanpa menggunakan air, mengurangi jumlah kuman dan bakteri pada permukaan kulit, serta menjaga kebersihan tangan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran penyakit. Kandungan lidah buaya dan gliserin juga memberikan nilai tambah karena membantu menjaga kelembutan kulit meskipun digunakan berulang kali.Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapat bimbingan langsung dari guru produktif Farmasi yang mengarahkan setiap tahapan pembuatan sesuai prosedur laboratorium, mulai dari ketepatan formulasi, teknik pencampuran, hingga penerapan Good Laboratory Practice (GLP) dan keselamatan kerja (K3). Dengan demikian, siswa tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memahami pentingnya ketelitian, kebersihan, dan tanggung jawab dalam proses produksi sediaan farmasi.
Melalui kegiatan praktikum ini, SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, terampil, dan siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan di bidang kefarmasian. Praktikum pembuatan SAFE GEL menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran di jurusan Farmasi tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
0 Komentar