PURWOKERTO – Dalam upaya mencetak tenaga kefarmasian yang kompeten dan siap kerja, siswa-siswi Kelas XII Farmasi SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto (SMKM 3 PWT) melaksanakan praktikum pembuatan sediaan balsem di laboratorium farmasi sekolah pada [Hari/Tanggal, misalnya: Senin, 29 Juni 2026]. Kegiatan ini difokuskan pada penguasaan teknik peracikan sediaan semi-padat (salep/balsem) sesuai standar farmakope.

Pendekatan Hands-on Learning

Praktikum ini merupakan bagian dari kurikulum berbasis praktik yang dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori di bangku kelas, tetapi juga mahir dalam teknis operasional. Kepala Program Keahlian Farmasi SMKM 3 PWT menekankan bahwa simulasi ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri siswa dalam menangani formulasi sediaan farmasi.

“Di dunia industri, ketelitian adalah harga mati. Melalui praktikum ini, siswa diajak mensimulasikan alur kerja di industri farmasi, mulai dari persiapan alat, penghitungan dosis, hingga pengemasan produk,” ujar salah satu guru pembimbing saat memantau jalannya praktik.

Formulasi dan Manfaat SediaanDalam proses peracikan, siswa menggunakan kombinasi bahan aktif yang terukur secara presisi:

  • Vaselin Album: Berfungsi sebagai basis salep yang stabil dan mudah dioleskan.
  • Camphora & Menthol: Memberikan sensasi hangat sekaligus efek menenangkan (soothing) pada saraf otot.
  • Eucalyptus Oil: Sebagai komponen terapeutik utama untuk membantu melegakan pernapasan dan memberikan aromaterapi yang menyegarkan.

Balsem yang dihasilkan nantinya memiliki manfaat multifungsi, seperti membantu meredakan pegal linu, nyeri otot ringan, hingga membantu meredakan gejala masuk angin dan hidung tersumbat.

Menjunjung Tinggi Good Laboratory Practice (GLP)

Seluruh tahapan praktikum dilaksanakan dengan mematuhi protokol Good Laboratory Practice (GLP) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) secara ketat. Siswa diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti jas lab, masker, dan sarung tangan. Selain itu, penggunaan neraca analitik dilakukan dengan kalibrasi yang tepat untuk memastikan kehomogenan sediaan.

Komitmen SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto

SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto terus berupaya melakukan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan memiliki fasilitas laboratorium yang representatif, sekolah berkomitmen untuk terus membekali lulusannya dengan hard skill kefarmasian dan etika profesional.

“Kami berharap lulusan SMKM 3 Purwokerto tidak hanya memiliki ijazah, tetapi benar-benar memiliki jiwa farmasis yang teliti, jujur, dan inovatif. Praktik meracik balsem ini adalah salah satu langkah kecil untuk menyiapkan mereka menatap dunia industri yang lebih luas,” tutup guru pembimbing.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto. Design By Fendi Abi Heriawan,S.Kom.