
Jumat, 17 Juli 2026, menjadi hari yang sarat makna di SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto. Seluruh civitas akademika, mulai dari siswa kelas 10, 11, 12, hingga Bapak/Ibu Guru dan karyawan, telah berkumpul di lapangan sekolah sejak pagi untuk mengawali hari dengan penuh keberkahan.
Menjemput Keberkahan Pagi
Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Kepala Sekolah, Bapak Anwar Pansuri, S.Pd., yang berdiri di hadapan seluruh jamaah. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga niat dan kebersamaan dalam menuntut ilmu di lingkungan sekolah. “Kegiatan hari ini adalah bentuk nyata bahwa kita tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga memupuk kedekatan dengan Sang Pencipta dan mempererat tali silaturahmi sebagai keluarga besar. Semoga dengan diawali ibadah ini, semangat kita untuk meraih prestasi akan terus menyala,” tutur beliau dengan penuh wibawa.
Usai pengarahan, tepat pukul 07.15 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan sholat Dhuha berjamaah yang diimami oleh Bapak Andes Imron Pamuji, S.Pd., selaku guru ISMUBA. Suasana lapangan yang luas seketika berubah menjadi hening dan khusyuk saat saf-saf sholat terbentuk dengan rapi. Setelah sholat, sesi dilanjutkan dengan ceramah singkat dan evaluasi yang memberikan kesejukan rohani bagi seluruh peserta. Dalam momen ini, salah satu siswa baru kelas 10 mengungkapkan kesan mendalamnya, “Saya berharap kegiatan sholat Dhuha berjamaah yang menenangkan hati seperti ini bisa menjadi rutinitas yang istiqomah di sekolah ini,” ujarnya dengan penuh harap.
Pukul 07.40 hingga 08.59 WIB, agenda beralih pada jalan sehat bersama yang menyusuri rute di sekitar lingkungan sekolah, menciptakan harmoni kebersamaan antara guru dan siswa lintas angkatan.
Membangun Jiwa Future Leader
Usai menyegarkan diri dengan jalan sehat, para siswa baru kelas 10 diarahkan menuju bengkel TKR untuk mengikuti sesi FORTASI. Materi utama hari ini disampaikan oleh Mba Anggin, yang hadir sebagai perwakilan dari IPM Cabang/Ranting Kabupaten Banyumas, dengan tema inspiratif: “Future Leader: Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab.”
Dalam paparannya, Mba Anggin menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari kebiasaan konsisten. Ia menyoroti pentingnya kemandirian emosional, di mana siswa diharapkan tidak menggantungkan kebahagiaan pada orang lain, serta keberanian untuk menegur secara bijak saat melihat teman melakukan kesalahan, tanpa terjebak dalam solidaritas yang salah.Mba Anggin merinci empat pilar pembentukan karakter pemimpin bagi Pelajar Muhammadiyah:
- Berani Bermimpi Besar: Menjadikan impian sebagai bahan bakar utama dalam mengejar tujuan.
- Menguatkan Spiritualitas: Membangun kepemimpinan religius melalui ibadah harian, tilawah, dan akhlakul karimah.
- Membiasakan Disiplin: Memulai dari hal sederhana seperti tepat waktu dan menepati komitmen.
- Keluar dari Zona Nyaman: Menolak jiwa yang malas dan pasif demi masa depan yang lebih gemilang.
Materi yang disampaikan oleh perwakilan dari IPM Cabang/Ranting Kabupaten Banyumas ini meninggalkan kesan mendalam. Beliau menegaskan, “Tujuan kami memberikan materi pengenalan Muhammadiyah dan IPM hari ini adalah agar adik-adik kelas 10 memahami ideologi serta nilai-nilai perjuangan pelajar Muhammadiyah yang berkemajuan, sehingga mereka memiliki pijakan yang kuat sebagai calon pemimpin masa depan.”
Sesi ini dipandu dan diawasi dengan tertib oleh kakak-kakak kelas 11 dan 12 yang tergabung dalam pengurus IPM, sementara tim Jurnalistik dengan sigap mengabadikan setiap momen penting selama kegiatan berlangsung. Narasi kegiatan hari ini disusun sebagai bentuk kolaborasi kreatif antara tim ekstrakurikuler Jurnalistik dan tim Humas sekolah dalam menginformasikan seluruh rangkaian acara kepada khalayak luas.
Dengan perpaduan ibadah yang khusyuk, kebugaran fisik, dan penanaman nilai kepemimpinan, SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto telah mengukir awal tahun ajaran yang sangat inspiratif bagi seluruh siswanya.
0 Komentar