
PURWOKERTO — Di balik cahaya mikroskop dan suasana laboratorium yang penuh ketekunan, siswa kelas XI Farmasi SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto menanamkan nilai pengabdian bagi kesehatan umat.
Memasuki Semester Gasal Tahun Ajaran 2026/2027, mereka melaksanakan praktikum Farmakognosi yang berfokus pada pengamatan struktur mikroskopis sel tanaman dan identifikasi jamur pada bahan pangan, Kamis (23/07/2026).
Kegiatan berlangsung di Laboratorium Farmasi SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto dan dipandu langsung oleh guru pengampu Farmakognosi, Olivia Febri Lestari, S.Farm., didampingi laboran sekolah. Praktikum ini menjadi bagian penting dari kurikulum untuk membekali siswa dengan keterampilan teknis yang mumpuni sebelum terjun ke dunia kerja maupun menghadapi Uji Kompetensi Keahlian (UKK).
Dengan penuh ketelitian, para siswa melakukan serangkaian prosedur mulai dari pembuatan preparat basah, pengoperasian mikroskop, hingga mendokumentasikan hasil pengamatan dalam bentuk gambar teknis dan laporan analisis. Fokus pengamatan meliputi struktur sel epidermis bawang merah, morfologi butir pati kentang, serta identifikasi hifa jamur pada sampel roti dan tempe.
Suasana laboratorium tampak hidup dengan interaksi aktif antara siswa dan guru. Di tengah kegiatan praktikum, seorang siswa bertanya mengenai pentingnya keterampilan menggambar struktur sel dalam dunia kerja kefarmasian.
Menanggapi hal tersebut, Olivia Febri Lestari, S.Farm. menegaskan, “Tentu saja. Sebagai calon Tenaga Teknis Kefarmasian, kalian harus mampu mengidentifikasi kemurnian simplisia melalui pengamatan mikroskopis. Ketelitian kalian hari ini adalah standar kualitas untuk pasien kalian nantinya.”
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa profesi kefarmasian bukan sekadar menghafal teori, melainkan amanah kemanusiaan yang menuntut kejujuran, ketelitian, dan tanggung jawab. Praktikum ini bertujuan agar siswa mampu membedakan bahan alam yang masih baik dengan yang telah terkontaminasi, karena kemurnian dan keamanan bahan baku obat sangat bergantung pada kejelian praktisinya.
Pihak sekolah berharap kegiatan laboratorium ini tidak hanya mengasah kemampuan analitis dan motorik siswa, tetapi juga membentuk karakter tenaga kesehatan yang amanah, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Pengalaman praktis di laboratorium diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto untuk siap bersaing di dunia industri farmasi.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi hasil pengamatan masing-masing kelompok. Di bawah bimbingan Olivia Febri Lestari, S.Farm., para siswa belajar menyimpulkan temuan mereka secara ilmiah, terstruktur, dan bertanggung jawab.
Di ruang laboratorium itu, ketelitian tidak hanya dilatih sebagai keterampilan, tetapi juga ditanamkan sebagai bentuk ikhtiar menjaga kualitas obat dan keselamatan manusia. Sebab dalam dunia farmasi, satu pengamatan yang cermat dapat menjadi jalan hadirnya kesehatan, harapan, dan keberkahan bagi sesama.
0 Komentar