
PURWOKERTO – Menyongsong pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk tahun ajaran 2026/2027, SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto resmi melepas puluhan siswa kelas XII Jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TSM). Sebelum diterjunkan secara resmi, para siswa terlebih dahulu mengikuti kegiatan pembekalan yang sarat akan motivasi pada Rabu (19/8/2026) pagi di masjid sekolah dengan suasana khidmat, tertib, dan penuh antusiasme.
Program pelepasan ini ditandai secara simbolis melalui proses pemasangan apron atau celemek Honda dan topi oleh Kepala Sekolah, Bapak Anwar Pansuri, kepada perwakilan siswa. Momen simbolis tersebut merepresentasikan kesiapan para peserta didik untuk menimba pengalaman langsung di dunia industri selama enam bulan ke depan. Penempatan PKL dirancang secara strategis untuk menjembatani kompetensi siswa dengan standar kebutuhan industri otomotif modern. Puluhan siswa kelas XII TSM ini akan disebar di berbagai jaringan bengkel resmi AHAS (Astra Honda Authorized Service) serta bengkel naungan Honda Motor di wilayah Kabupaten Banyumas, serta sejumlah bengkel umum mitra pilihan yang telah teruji kredibilitas dan kualitas layanannya.
Pemilihan lokasi dan durasi magang selama enam bulan ini disesuaikan agar para siswa dapat merasakan secara mendalam dinamika dunia kerja, mulai dari standar pelayanan servis berkala, penanganan keluhan pelanggan (troubleshooting), hingga pengoperasian alat-alat penunjang bengkel modern yang mungkin belum sepenuhnya tersedia di laboratorium sekolah.
Pesan dan Arahan Pimpinan Sekolah
Dalam sesi pembekalan tersebut, jajaran pimpinan dan manajemen sekolah memberikan pengarahan secara komprehensif guna membentuk mental kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab yang tinggi.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto, Bapak Anwar Pansuri, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan nama baik almamater selama siswa berada di dunia industri. Beliau berpesan agar para siswa dapat memandang momen PKL selama setengah tahun ini sebagai batu loncatan awal untuk membangun portofolio dan jejaring karier di masa depan.

“PKL adalah gerbang utama bagi kalian untuk bertransisi dari status pelajar menjadi tenaga kerja profesional. Jaga nama baik almamater, junjung tinggi kedisiplinan, patuhi setiap aturan di tempat kerja, dan tunjukkan etika kerja yang baik di bengkel tempat kalian bertugas nanti selama enam bulan ke depan. Jadilah cerminan siswa SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto yang amanah dan dapat diandalkan,” ujar Bapak Anwar Pansuri di hadapan para siswa.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Derajat Subekti, menyoroti aspek kesiapan akademis dan penyesuaian kompetensi kejuruan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di dunia industri otomotif saat ini. Beliau mengingatkan agar siswa tidak kaget dengan ritme kerja di lapangan yang menuntut kecepatan dan ketepatan tinggi.
“Ilmu teori dan praktik dasar yang sudah kalian dapatkan di sekolah harus diaplikasikan secara optimal di lapangan. Jadikan setiap tantangan dan kasus kerusakan motor di bengkel sebagai sarana belajar untuk menguasai standar pengerjaan riil yang berlaku di jaringan AHAS maupun bengkel umum selama masa PKL ini,” jelas Bapak Derajat Subekti.
Dari sisi teknis program kejuruan, Kepala Jurusan TSM, Bapak Sugeng Santoso, memberikan motivasi khusus dan tips praktis agar para siswa berani proaktif, memiliki inisiatif tinggi, serta tidak malu bertanya kepada para mekanik senior atau pembimbing industri di tempat penempatan masing-masing.
“Jangan ragu untuk aktif dan menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari para pembimbing di bengkel. Kuasai teknologi sepeda motor terbaru, pahami setiap detail keluhan pelanggan, dan buktikan bahwa lulusan TSM SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto adalah tenaga muda yang tangguh, cekatan, serta memiliki skill yang bisa diadu,” tegas Bapak Sugeng Santoso dengan penuh semangat.
Membangun Sinergi Vokasi dan Dunia Industri
Program PKL tahun ajaran 2026/2027 ini tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kurikulum nasional Sekolah Menengah Kejuruan, tetapi juga menjadi wadah evaluasi bagi sekolah untuk melihat sejauh mana kurikulum yang diajarkan selaras (link and match) dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan diterjunkannya siswa ke jaringan AHAS dan bengkel umum di Banyumas selama enam bulan, diharapkan terjadi transfer pengetahuan secara langsung antara mekanik profesional dan calon-calon teknisi masa depan.
Pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan para pembimbing industri di lokasi penempatan untuk memantau perkembangan, kedisiplinan, dan keselamatan kerja para siswa selama masa magang berlangsung. Evaluasi berkala akan terus dilakukan demi memastikan tujuan utama PKL tercapai secara maksimal.
Doa Bersama Mengawali Keberangkatan
Rangkaian acara pembekalan dan pelepasan yang berlangsung di masjid sekolah tersebut akhirnya ditutup dengan khidmat melalui sesi doa bersama yang dipimpin langsung oleh guru ISMUBA, Bapak Saefudin. Didampingi oleh Bapak Sugeng Santoso, Bapak Derajat Subekti, serta Ibu Ricci, seluruh siswa kelas XII TSM A, B, dan C menengadahkan tangan bersama-sama, memohon kelancaran, kemudahan, keselamatan, dan kesuksesan selama menjalani masa PKL di berbagai penjuru wilayah Kabupaten Banyumas.
Dengan persiapan mental, fisik, dan keahlian yang matang ini, SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto optimis siswanya mampu menunjukkan performa terbaik, membawa pulang pengalaman berharga, dan siap menjadi sumber daya manusia yang kompeten, mandiri, serta siap kerja setelah lulus kelak.
0 Komentar