SAMPANG, CILACAP – Suasana penuh keberkahan menyelimuti kegiatan penyerahan bantuan pendidikan di Sampang, Cilacap, pada Rabu (19/8/2026). SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto resmi menerima amanah berupa 300 eksemplar Alquran dari Yayasan Aliqa Sahabat Taat. Program bertajuk “Wakaf Alquran Bersama Yayasan Aliqa” ini menjadi langkah nyata dalam upaya penguatan literasi Alquran dan pembentukan karakter religius di lingkungan sekolah kejuruan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Divisi Yayasan Aliqa, Ibu Octora Putri Prihandini, kepada pihak perwakilan SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto. Program ini sendiri merupakan pilar unggulan dari Yayasan Aliqa Sahabat Taat, yang memiliki target ambisius untuk mendistribusikan minimal 10.000 Alquran setiap bulan ke berbagai institusi pendidikan, pondok pesantren, hingga komunitas pengajian di pelosok daerah.

Menjadikan Alquran sebagai Napas Pendidikan

Dalam sambutannya, Ibu Octora Putri Prihandini menegaskan bahwa wakaf ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan siswa. Ia berharap agar 300 Alquran ini tidak hanya mengisi rak perpustakaan, tetapi benar-benar menjadi pendamping siswa dalam keseharian.

“Kami menitipkan harapan besar agar Alquran ini dibaca, dipahami maknanya, dan diamalkan dalam perilaku sehari-hari. SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto memiliki potensi besar untuk menjadi sekolah yang melahirkan lulusan berkarakter, dan kami ingin menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” tutur Ibu Octora. Ia juga menambahkan bahwa setiap ayat yang dilantunkan siswa kelak akan mengalirkan pahala jariyah bagi para donatur.

Sinergi untuk Masa Depan Siswa

Merespons bantuan tersebut, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto menyampaikan apresiasi mendalam. Beliau menekankan bahwa bantuan ini datang di saat yang tepat, seiring dengan semangat sekolah untuk meningkatkan kualitas ibadah para siswa.

“Bantuan ini adalah jawaban atas kebutuhan siswa-siswi kami. Banyak dari mereka yang sangat antusias untuk memiliki Alquran pribadi, namun terkadang terkendala ketersediaan. Dengan 300 eksemplar ini, kami akan memastikan distribusinya merata, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan,” ungkap Kepala Sekolah.

Lebih lanjut, pihak sekolah telah menyusun rencana strategis untuk mengintegrasikan Alquran wakaf ini ke dalam kurikulum pembiasaan sekolah. Program tadarus bersama sebelum dimulainya jam pelajaran, klinik tahsin bagi siswa yang masih dalam tahap belajar membaca, hingga program hafalan (tahfidz) surat pendek akan dioptimalkan kembali. Langkah ini diharapkan mampu membentuk atmosfer sekolah yang lebih Islami, tenang, dan kondusif bagi proses belajar-mengajar.

Membangun Jejaring Kebaikan

Kegiatan di Sampang ini sekaligus menjadi momentum bagi SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto untuk memperluas jejaring kolaborasi. Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi lembaga sosial maupun instansi keagamaan lainnya yang ingin berkolaborasi dalam program pendidikan karakter.

Kolaborasi dengan Yayasan Aliqa Sahabat Taat ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Kedua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi guna merancang program-program keislaman lanjutan yang inovatif di masa mendatang. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan sekolah tidak hanya mencetak tenaga kerja yang terampil secara teknis, tetapi juga individu yang memiliki pondasi spiritual yang kuat sebagai bekal hidup di tengah masyarakat.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto. Design By Fendi Abi Heriawan,S.Kom.