
Bayangkan sebuah sekolah. Bukan sekadar gedung dan guru, tapi sebuah ekosistem. Di dalamnya ada murid, ada pengajar, ada staf. Tapi seringkali kita lupa, ada satu elemen penting yang justru menjadi ‘produk jadi’ sekaligus ‘cermin’ dari sekolah itu sendiri. Mereka adalah para alumni.
SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto sadar betul akan hal itu. Karena itu, mereka mengajak para lulusannya untuk ikut serta dalam tracer study. Bukan sekadar formalitas. Bukan sekadar isian data yang menggumpal di database. Ini tentang sesuatu yang lebih besar.
Ini tentang menjalin tali yang mungkin sempat renggang. Tentang mengingat kembali bahwa sekolah bukanlah terminal pemberhentian, tapi stasiun awal perjalanan. Dan para alumni? Mereka adalah para pelancong yang kini tersebar di berbagai penjuru—bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi.
Lalu mengapa partisipasi mereka penting?
Pertama, tracer study adalah jembatan. Jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Dari data yang terkumpul, sekolah bisa tahu: apakah kurikulum yang diajarkan masih relevan? Apakah keterampilan yang dilatihkan sudah sesuai dengan kebutuhan industri? Atau justru ada yang perlu diperbaiki? Tanpa data dari alumni, sekolah bergerak seperti kapal tanpa kompas. Bisa saja berlayar, tapi rawan tersesat.
Kedua, ini soal kepercayaan. Saat alumni mau meluangkan waktu mengisi kuesioner, menjawab panggilan telepon, atau sekadar membalas pesan singkat, itu tanda bahwa mereka masih peduli. Mereka masih merasa menjadi bagian dari keluarga besar SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto. Dan itu, menurut saya, adalah modal sosial yang tak ternilai.
Ketiga, ini tentang masa depan. Bukan hanya masa depan sekolah, tapi masa depan adik-adik kelas mereka. Bayangkan, jika data yang terkumpul cukup baik, sekolah bisa memetakan kompetensi apa yang paling dicari pasar kerja. Bisa menyusun program pelatihan yang lebih tepat sasaran. Bisa membangun jaringan dengan perusahaan-perusahaan tempat para alumni bekerja. Pada akhirnya, lulusan-lulusan baru akan lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih kompetitif.
Jadi, partisipasi dalam tracer study bukanlah beban. Ini adalah investasi. Investasi yang hasilnya mungkin tidak dirasakan dalam sehari dua hari, tapi akan terasa dalam jangka panjang. Baik bagi sekolah, bagi alumni itu sendiri, dan bagi generasi berikutnya.
Kepada para alumni SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto, saya ingin menyampaikan: kehadiran Anda dalam tracer study adalah bentuk kontribusi nyata. Anda tidak sekadar mengisi data. Anda sedang membangun fondasi agar sekolah ini terus berkembang. Anda sedang memberi jalan agar adik-adik kelas tidak tersesat di dunia yang semakin kompleks ini.Dan kepada sekolah, teruslah merawat hubungan ini. Karena alumni bukanlah masa lalu. Mereka adalah bagian dari perjalanan yang masih terus berlanjut.
Mari mempererat jalinan. Mari membangun masa depan. Bersama.”Karena sekolah yang baik bukan hanya mencetak lulusan, tapi juga menjaga mereka tetap dekat, bahkan setelah mereka melangkah jauh.”
Go Alumni Hunter M3 2026
BKK SURYA MENTARI – https://sites.google.com/view/bkkm3/halaman-muka?authuser=1
0 Komentar